Halaqoh Kebangsaan Bersama Di Kabupaten Magetan Tahun 2018


Magetan,  Pada hari ini Sabtu tgl 24 Maret 2018,Pkl 10.00 WIB s/d Pkl 12.45 WIB,bertempat di Gedung PPI d/a Jl.Jaksa Agung Suprato No.5 Kab Magetan,telah dilaksanakan kegiatan Halaqoh Kebangsaan Bersama dengan mengambil tema " Islam Agama Perdamaian Mari Pererat Ukhuwah Untuk Perkuat Negara "giat ini dilaksanakan oleh Darul Fatah dari Kab Cirebon yang bekerjasama dengan NU ( Nahdlatul Ulama ) Kab Magetan dengan Koordinator Sdr. Mudzakir, M.Pd,yang dihadiri sekitar 150 orang.


Hadir dalam kegiatan Ketua PCNU Kab Magetan KH Mansyur, MPdi. Ketua MUI Kab Magetan KH Ahmad Sofwan.  Komandan Kodim 0804/Magetan  diwakili oleh Kasdim 0804/Magetan Mayor Inf Muji Wahono.  Kapolres Magetan diwakili oleh Kasat Intel Polres AKP Dani Parijono, SH.  Wakil Derektur Pasca Sarjana UN Sunan Apel Surabaya Prof. Masdar Helmy, Ma, Ph.D. Peneliti LKI Darul Fattah Dr. Imdadun Rahmat. Pengasuh Ma'had Al Anwar Sarang Rembang Dr. Abdul Ghofur Maimoen. Direktur Darul Fattah Bpk Achmad Sholechan. Pimp Ponpes Handurusiyah Nglopang Parang KH.Muhammad Hunaeni (Unen). Ketua Panitia Sdr. Mudzakir, M.Pd. Panwas Kab Magetan Bpk Arifin.  Pimpinan Pondok Pesantren Se Kab. Magetan. Organisasi Islam ( LDII, Muhammadiyah, MTA dan NU ). Unsur Pemuda PM ( Pemuda Muhammadiyah ),Kokam ( Kesiapsiagaan Komando Muhammadiyah, IPNU ( Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama ), PP ( Pemuda Pancasila ), PMII ( Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ), BEM ( Badan Eksekutif Mahasiswa ) dan IMM ( Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ). Ketua Organsisasi Beladiri se - Kab. Magetan.
Sambutan Direktur Lembaga Kajian Islam Darul Fattah  Achmad Sholechan  Ucapan terima kasih kpd para tamu undangan yang hadir dlm acara Halaqoh Kebangsaaan.  Kegiatan ini utk membentengi diri kita untuk menciptakan Islam damai khususnya di Kab Magetan ini Indonesia pada umumnya.  Mendekati situasi Politik yang seperti ini agama akan di pakai dlm politik maka kita membentengi diri dg giat Haloqoh Kebangsaan ini.  Islam seiring dengan kemajuan jaman mari kita bertekat membangun Negara demi pererat ukhuwah untuk Perdamian untuk Perkuat NKRI.

Haloqoh Kebangsaan bersama dengan narasumber Haloqoh Kebangsaan Bersama  Materi dari Nara Sumber Dr. Imdadun Rahmat (peneliti LKi Darul Fattah)  Alhamdulillah pagi ini kita dapat berkumpul dalam acara Halaqoh Kebangsaan Islam Agama Perdamaian. Kenapa kita membahas tentang perdamaian,berarti saat ini kita mempunyai problem dan masalah terkait kekerasan di negara kita yang mengatasnamakan agama Islam. Mari kita kaji bersama Fenomena kekerasan dan radikalisasi ideologi islam khususnya di Negara kita ini.  Indonesia merupakan lahan subur radikalisme  Maraknya aksi2 intoleransi terhadap agama lain atau aliran lain. Tindakan terorisme yang tak henti-hentinya. Pertanyaannya siapakah aktor dan pelaku jaringan radikal ini. Dlm hal ini terbagi menjdi 2  Jaringan Islam Radikal Non Wahabis (Jaringan Lokal).  Jaringan Islam Radikal Wahabis (Jaringan Internasional)

Karakter dan Ciri ciri Dakwah Salafi  Membid'ahkan dan memusyrikkan amalan amalan kaum pesantren. Literalis (harfiyyah)  Tidak mengakui akal  Anti imam2 madzab dan mmbuang kitab kuning. Intoleran. Karakter /ciri2 islam Radikal dan Kelompok Teroris  Mempunyai persamaan dgn pok fundamentalis. Radikal. Pro kekerasan. Fanatik-militan. Anti Barat. Politis. Tatharruf/melebih-lebihkan.

Materi dari narasumber Prof Masdar Hilmy,MA,Ph.D (Wadir Pasca Sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya) Saya sangat bersyukur dan berterimakasih telah diberi kesempatan utk bersilaturahmi dengan para tokoh agama di kab. Magetan ini.  Dengan maraknya berita berita hoax, kemajuan ilmu komunikasi yang ada,kita harus bijak dlm menghadapinya shg tdk berdmpak buruk terhadap negara kita. Saya akan membahas tetang "Islam Agama Perdamaian". Pada hakekatnya Islam itu hanya satu,namun saat ini bermunculan banyak kelompok kelompok yang mengatasnamakan Islam. Islam telah masuk ke Indonesia selama 6 abad, kita harus bersyukur dan berterimakasih karena kita mempunyai wali songo yang mempunyai andil masuknya Islam ke Indonesia.  Umat islam saat ini dipecah oleh kelompok kelompok tertentu dgn cara berargumentasi,menyebarkan isu isu yang dapat memecah belah umat Islam. Untuk itu kita harus berhati-hati. Banyak yang menyebarkan faham bahwa islam itu agama perang, padahal sebenarnya islam itu adalah agama perdamaian.  Jadi harus kita pahami bahwa dakwah islam itu tdk harus dgn kekerasan tetapi lebih baik dgn perdamaian. Islam Indonesia harus punya karakter, jangan hanya ikut ikutan trend.

Materi dr Dr. Abdul Ghafur Maimoen (pengasuh Ma'had Al Anwar)  Para hadirin,pada prtemuan kali ini sy akan berbicara tentang "Ikhtilaf adalah rahmat". Tatkala kita membicarakan masalah tema ikhtilaf (perbedaan) adalah rahmat, maka apabila kita sudah memahami bahwa ikhtilaf adalah rahmat, maka tidak akan ada lgi perpecahan dan peperangan. Jika Ikhtilaf Rahmat maka Ittifaq Adzab? Imam Al Ikhaththabi pun menjelaskan maksud dari hadits itu, bahwa iktilaf terjadi dalam beberapa persoalan. Ikhtilaf dalam penetapan adanya pencipta dan keesaannya, maka ikhtilaf di sini menyebabkan kekufuran. Sedangkan Ikhtilaf mengenai sifat pencipta dan kehendanya maka hal ini adalah bid’ah, sebagaimana ikhtilaf kaum khawarij dan rawafidh mengenai status keislaman sejumlah sahabat. Adapun ikhtilaf mengenai hukum ibadah yang memungkinan adanya perbedaan, maka Allah menjadikannya mudah dan rahmat dan kemuliyaan bagi ulama.  Imam An Nawawi beliau menyampaikan bahwa tidak otomatis sesuatu itu rahmat maka lawannya merupakan adzab dan Allah berfirman yang artinya dan dari rahmatnya. Sedangkan para ulama sendiri, baik salaf maupun khalaf juga mengakui ungkapan bahwa ikhtilaf dalam masalah furu fiqih merupakan rahmat bagi umat, meski haditsnya dhaif. Imam Malik Setiap orang mengikuti apa yang benar menurutnya, semua berada di atas hidayah, semua menghendaki Allah.  Jadi kesimpulannya bahwa jangan jadikan perbedaan itu sebagai alasan kita utk berperang,karena sesungguhnya perbedaan itu adlah rahmat.

Bahwa kegiatan Haloqoh Kebangsaan bersama tersebut bertujuan untuk menumbuhkan pentingnya rasa kebangsaan dimana Bangsa Indonesia bayak suku, ras, etnis dan budaya sehingga mempererat ukhuwah untuk memperkuat Negara yang diprakasi oleh Darul Fattah dr Kab Cirebon berkerjasama dgn NU Kab. Magetan. (MDC 0804)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.