Cegah Narkoba Lewat Test Urine Dan Sosialisasi



KEDIRI. BNN Kediri bersama Kodim 0809/Kediri mengadakan test urine dan sosialisasi bahaya narkoba atau lebih dikenal P4GN (Pencegahan ,Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba). Dibawah langsung pengawasan Kepala BNN Kediri AKBP Lilik Dewi Indarwati serta dr.Fairus Subandi, ratusan anggota Kodim Kediri menjalani test urine terlebih dahulu, sebelum sosialisasi berlangsung, rabu (02/05/2018)

Menurut Dandim Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, sudah seharusnya anggota Kodim Kediri menjalani test urine ini, karena dengan test urine inilah, pencegahan penggunaan narkoba di lingkungan Kodim Kediri. Selain pencegahan, test urine ini juga menjaga anggota Kodim Kediri dari penyalahgunaan narkoba.

“Kita respon positif apa yang sudah dilakukan BNN selama ini, terutama di Kediri. Upaya BNN untuk menyapu bersih keberadaan narkoba di Kediri harus kita dukung bersama, termasuk yang kita lakukan saat ini,” ujarnya.

Terkait ancaman narkoba, ia berharap semua pihak yang ada di Kediri untuk saling bekerjasama dalam memberantasan peredaran narkoba, yang disinyalir sudah masuk kepedesaan. Tidak hanya itu saja, dukungan dari pemerintah desa juga sangat dibutuhkan ,dalam hal ini perangkat desa yang aktif mengawasi warganya dari masuknya atau beredarnya narkoba didesanya.

Sementara itu menanggapi adanya penangkapan pelaku peredaran narkoba, AKBP Lilik Dewi Indarwati mengaku sangat senang, karena semua pihak mau bekerjasama untuk memberantas peredaran narkoba. Baginya narkoba adalah ancaman bagi generasi muda dan narkoba harus diberantas sampai habis.


“Kalau kita lihat dilayar televisi, kita pasti kaget, ada sekian ton narkoba yang mau diedarkan di Indonesia, untung saja kasus itu berhasil dibongkar. Jumlahnya ini ton bukan lagi kilogram atau gram, berarti ada 1.000 kilogram, ini jumlah yang sangat besar dan sangat membahayakan kalau sampai beredar di Indonesia. Maka dari itu, kita harus bekerjasama untuk memberantas narkoba hingga tidak ada lagi peredaran narkoba di Indonesia,” katanya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.